Indonesia memiliki banyak kebudayaan nasional, beberapa kebudayaan tersebut mempunyai ciri khas tersendiri di setiap daerah Indonesia. Dari sabang sampai merauke memiliki suku, adat, dan budaya nya tersendiri. Bukan berarti orang Indonesia kalah oleh kebudayaan orang luar atau Negara lain, Indonesia juga dalam hal kebudayaan mempunyai eksotis nilai keindahan yang tinggi.  Di beberapa daerah dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat memiliki kebudayaan yang berbeda seperti rumah adat, tarian, lagu, alat music dan lain- lain. banyak sekali yangmemiliki keanekaragaman kebudayaan tersebut. Berikut mengenai pengertian dari budaya Indonesia dan permasalahan mengenai kebudayaan Indonesia.

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Unsur kebudayaan asing tersebut seperti kebudayaan barat mengacu pada budaya yang berasal Eropa. Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.

Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.

Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.

Dampak positif yang di timbulkan kebudayaan asing ke Indonesia seperti berkembangnya teknologi – teknologi baru yang membuat Indonesia tidak ketinggalan teknologi saat ini. Dampak negative yang di timbulkan pun juga ada seperti cara berpakaian orang Indonesia saat ini mengikuti gaya cara berpakaian orang asing yang berada di luar Indonesia. Dari cara bergaya dan menata penampilan yang orang asing pergunakan, seringkali masyarakat orang kalangan atas yang berada di Indonesia pun mengikuti nya. Ada juga kebudayaan kita sendiri di ikuti atau di copy oleh orang luar. Untuk itu kita sebagai masyarakat dan penduduk Indonesia harus bias mensyukuri apa yang telah di kasih oleh kita. Kita pun seharusnya bias berfikiran positif untuk membangun dan memelihara kebudayaan Indonesia, sudah sepatut nya kita menghargai dan memelihara warisan kebudayaan Indonesia yang secara turun temurun telah berkembang hingga saat ini.

Dalam kata lain kebudayaan Indonesia lebih memiliki nilai kebudayaan yang tinggi dari pada kebudayaan asing. Kebudayaan asing sering kali mencopy kebudayaan yang berada di Indonesia mungkin ada beberapa Negara saja yang seperti itu. Jadi sebaiknya kita memelihara kebudayaan yang berada di Indonesia, Indonesia juga kaya akan kebudayaan dan keindahan alam nya juga.